Monday, November 28, 2016

hmmm..kalau membahas aksi damai (karena gak mau disebut demo) tanggal 4-november-2016 dan rencana lanjutan aksi damai tanggal 2-Desember 2016 bagi saya sudah gak terlalu menarik,karena terlalu banyak yang membahasnya dan sudah terlalu banyak intrik dan manipulatip(f??) he..he..
saya hanya sedang dalam ketertarikan membahas sesuatu yang lebih konstruktif, yang inovatif, yang sifatnya jauh lebih sederhana untuk dibahas..

membuka Tempo.co di pagi ini ada isu mengenai penghapusan Ujian Nasional, hmmmm... sungguh menarik kebiasaan di Indonesia ini dalam membolak-balik kurikulum pendidikan sesuai dengan pemerintahan yang sedang berkuasa, hari ini ada, besok hilang, besoknya lagi ada lagi, begitu terus bolak-balik..sama sekali tidak ada grand design pendidikan selama 20 tahun kedepan, atau setidaknya mungkin 10 Tahun.

Bahkan, saya kuping dengar ada sekolah favorit yang kebijakan pembayaran berbeda tiap angkatan, yang satu gratis, yang satu bayar..konon katanya karena ada anak penguasa yang lagi sekolah di tempat tersebut, jadi bisa gratis satu angkatan..yaaah, tapi itu namanya hanya kuping dengar..dan itu isu lain yang perlu dibahas lain waktu.

Ketika ide Ujian Nasional muncul pertama kali, semua masyarakat mengkhawatirkan karena 3 tahun pembelajaran hanya ditentukan oleh 3 hari ujian, kalau tidak salah banyak siswa depresi dan putus asa bahkan hingga bunuh diri karena gagal ujian nasional, sayang saya tidak mendokumentasikan berita-berita tersebut.

Ujian Nasional bisa menjadi Aib bagi anak dan keluarganya di waktu itu, padahal sistem pendidikan Indonesia sama sekali belum merata, jangankan melihat ke Nusa Tenggara Timur atau hingga Papua, antara desa di jawa barat dan di pusat kota jawa barat saja sudah sangat berbeda..Tak sedikit pula beberapa siswa berusaha melalui jalur cepat dengan mencari kunci jawaban, terjadilah jual-beli soal..sediiih.. :(
Kemudian mulai hari ini konon katanya Ujian Nasional akan di moratorium, sampai waktu yang belum ditentukan..dan lagi-lagi tetap dalam perdebatan di masyarakat, ada kekhawatiran bila kelulusan diserahkan ke sekolah, maka sekolah mungkin akan memanfaatkan kondisi tersebut untuk jual-beli bangku sekolah, terutama di sekolah tingkat lanjutan pertama dan atas..WOW..!!

Mungkin sebaiknya Ujian Nasional itu tetap ada namun tidak menjadi sebuah syarat kelulusan, hanya sekedar untuk melihat kemampuan akhir dari siswa-siswi tersebut, sehingga menjadi dasar untuk memilih sekolah lanjutan berikutnya. Atau mungkin sistem De-Favoritisasi sekolah yang sedang diupayakan oleh Walikota Bandung dapat dijadikan contoh oleh kota/kabupaten lainnya sehingga lama-lama tidak ada lagi istilah sekolah favorit, walaupun masih ada kekurangan dalam sistem tersebut, karena tidak sedikit orang tua yang meragukan kualitas sekolah yang ada di dekat rumah tinggalnya, dan dengan sistem ini maka beberapa siswa dari luar kota agak sedikit kesulitan untuk masuk ke sekolah yang diinginkan.

Walaupun sebenarnya dapat diatasi dengan memberlakukan syarat-syarat khusus bagi warga luar daerah tersebut, atau dari luar cluster sehingga seluruh warga Indonesia dapat mengikuti pendidikan dimanapun dia berada, atau mungkin dengan peyelenggaraan ujian khusus yang bersifat lokal namun diselenggarakan dengan TERBUKA dan penuh KEJUJURAN..!! dan jumlah yang terbatas..sehingga warga sekitar tetap terakomodasi dan warga dari luar wilayah pun tetap terakomodasi..

Tapi itu terjadi bila sudah TERBUKA dan JUJUR... :)

Kurikulum pendidikan mungkin memang sebaiknya diperbaiki, tapi dengan cara yang signifikan dan bertahap, namun didesaign dari sekarang, lebih diarahkan bukan hanya sekedar teori, tapi banyak prakteknya, atau hobinya, atau keseniannya, atau olah raganya..
Gak penting kan seorang calon Atlet belajar rumus integral atau belajar C++, atau elektronika, cukuplah dengan matematika dan fisika sederhana, atau seorang maestro kuas musti belajar mati-matian algoritma dan sinus cosinus??
yaa tapi inilah negeriku..Welcome Babes

Friday, November 18, 2016

Yuu..Nyunda..make bahasa sunda

Tah,, rada rieut pami bade nyerat basa sunda..antara ada dan tiada..

pami maos mungle, sayah langsung siap-siap bintang tujuh..susyaaah...abot pisan maos basa Sunda teh geuning, padahal lahiran di tanah sunda, sadidinten ngangge basa sunda, nu nempel mah mung logat wee sakedik..

eta ge mun ngalih ka bandung mah pinuh ku unjar-anj*r wee..hahahaha..

Hapunten we pami nambih ngalieurkeun, mung emang sigana sasakali kedah nyerat ngangge basa Sunda, da geuning pami nyarios sareng nu langkung anom mah sesah diajak rada lemes teh, Tegang wae candakanana..Eh!!

Ieu nulis siga kieu wae mani hararese eung, asa gampangan nulis basa english (wkwkwkwk...tepuuuu...alesan wee)

ayeunamah, TBC

Friday, July 22, 2016

Vaksin Palsu dan Kerakusan Manusia

Beberapa hari yang lalu Indonesia digemparkan oleh maraknya penggunaan vaksin palsu selama periode 2003-2016 dan sampai detik ini kasus tersebut masih ramai dibicarakan. entah apa yang membuat para pelaku tega melakukan hal tersebut.

tapi yaa namanya niat jahat pasti semua akan berakhir, kok bisa setega itu? memangnya ada tindakan jahat yang dapat diminimalisir teganya? he.he. bukankah hakim agung di mahkamah agung yang menjadi oknum peradilan juga bisa kita sebut jauh lebih tega?? karena membiarkan korupsi terus merajalela sehingga negara Indonesia ini masih dikuasai para preman?

Atau apakah pembunuhan Wayan Myrna dapat dikurangi kadar teganya? karena hanya satu nyawa yang hilang? tentu tidak bukan?

Pembunuhan Karakter dan vonis dari media sosial yang diiringi ketidakpercayaan kepada oknum aparat penegak hukum menjadikan hukum di Indonesia ini seperti suatu lelucon dan sandiwara. Why? Kunaon?

Para pelaku pembuat vaksin dengan bukti yang kuat sudah mampu membuat 100% penduduk medsos yakin mereka layak dihukum, tapi apakah pihak rumah sakit, dokter, perawat, bidan yang menjadi pengguna vaksin palsu sepenuhnya bersalah? hingga keluarga tenaga medis tersebut mengeluarkan pernyataan pers..tentu tidak 100% pendudu medsos yakin bukan? tapi cukup 60% pengguna medsos aktif maka pembunuhan karakter pun dimulai..yang diakibatkan pula oleh media menyediakan bumbu-bumbu sedap untuk dikomentari..

Lalu Jesica sang tersangka, dengan cerita pembunuhan yang mirip serial komik detektif Conan, apakah benar publik berhak memvonis bahwa Jesica bersalah? karena kalau berbicara hukum, maka buktilah yang berbicara, andaikan bukti tak mampu berkata maka hak bebas dari tuntutan pun berhak melekat pada Jesica..tapi yaaa namanya publik..

Kerakusan Dunia
Gemericik koin menggoda
aroma cinta diguna
sudahlah gelap dua mata
dia menari tanpa batas
hingga amarah dan nafsu terlepas
Aku bukan lah sekedar melintas
dan aku selalu akan menetas

Si Rakus Duniapun tercipta..
melengkapi gelapnya dunia.


Wednesday, May 4, 2016

Pembunuhan dosen oleh Mahasiswa

Tragedi 2 Mei 2016, tepat di hari pendidikan nasional.

Hmm..kaget juga membaca headline di beberapa media massa mengenai adanya pembunuhan dosen UMSU oleh mahasiswanya sendiri..alasannya menurut medan.tribunnews.com diakibatkan adanya dendam dari mahasiswa terhadap dosen yang pernah memarahinya.

berita yang terus menggelinding kesana-kemari dan kebiasaan jurnalis era sekarang yang kadang terlalu terburu-buru menyebarkan berita tanpa konfirmasi dari berbagai pihak membuat mata ini terasa panas saat membacanya. Karena operan berita dari berbagai pihak yang kurang jelas itu malah bergulir menjadi bola panas di beberapa media sosial.

Cukup mengagetkan juga karena ada beberapa pihak yang menyatakan bahwa peristiwa pembunuhan dosen tersebut mungkin disebabkan oleh dosennya yang suka mempersulit mahasiswa, terutama pada saat penyusunan skripsi. membaca komentar yang mengikutinya pun menjadikan diri ini tambah mengernyitkan dahi, karena ternyata tidak sedikit yang menyalahkan posisi dosen sebagai korban pembunuhan.

Bagaimana bisa ada pemikiran bahwa dosen korban pembunuhan adalah penyebab utama masalahnya??? Malah mahasiswa sebagai tersangka pembunuh yang dibela?? Hmmm...pemikiran yang sangat menarik untuk disimak.. dan sebuah pemikiran yang bisa dijadikan pembelajaran dari berbagai sudut pandang.

Apakah sebuah pembenaran untuk membunuh seseorang? dengan alasan apapun itu, rasanya pembunuhan tetaplah suatu hal yang tidak mampu dibenarkan. Semisal, bolehkah saya membunuh Bos/atasan saya karena pernah diomeli akibat pekerjaan yang kurang sesuai dengan keinginan atasan tersebut?? Paling juga kasih ilmu santet aja...wkwkwkwk..upppsss

Ataukah, apa benar dosen sebagai pembuat susah mahasiswa? pemeras mahasiswa? ATM-nya mahasiswa? sehingga layak untuk dibunuh? wow..mending maen DotA-2 ajalah kalau mau killing spree..

Tentunya, bagi sebagian dosen yang membaca berita ini akan cukup miris, karena yang dianggap bersalah adalah mereka. jangan-jangan nanti tidak ada yang mau menjadi dosen lagi karena mahasiswa sekarang Ngeri-ngeri, atau malahan manja-manja dan maunya express..bisa-bisa suatu saat ketika mahasiswa melakukan proses bimbingan dengan dosennya, mereka akan membawa senjata tajam atawa senjata api..Ha.ha.ha.ha..

Nanti, udah bukan zamannya lagi membawa contekan di balik rok..besok-besok bawa aja senjata ancaman buat pengajar supaya memberikan kunci jawaban, atau langsung minta nilai B di tempat..Kenapa gak nilai A sekalian? yaaa maluu ateuuh, masa udah nodong mintanya B...wkwkwkwkw

Yaaa..bagi saya pribadi munculnya komentar yang unik tersebut membuat kita lagi-lagi harus terus berusaha menjadi orang yang baik, tidak mudah emosi, tidak pula membuat status di media sosial dengan nada-nada yang provokatif..

Jagalah kata-kata yang keluar dari mulut kita..karena sebuah pernyataan itu seringkali menjadi senjata tertajam untuk membuat seseorang KHILAF..

Bagi dosen, menjadi sebuah introspeksi apabila memang mungkin ada kata atau sikap yang ternyata menurut diri sendiri itu adalah hal yang biasa, sedangkan bagi mahasiswa itu adalah sebuah tusukan terdalam ke relung hati terdalam..

Bagi mahasiswa, jadi introspeksi juga bahwa proses belajar bukanlah hanya sebuah nilai semata, apabila perkuliahan dijalani dengan baik dan rajin, pasti tak akan pernah ada hambatan apapun untuk kelulusan..

Saturday, February 27, 2016

Rio haryanto masuk pembalap F1

Hmmm..satu bulan ini muncul heboh pembalap indonesia Rio Haryanto masuk line-up balapan jet darat Formula 1.

Membanggakan, begitulah kira-kira sebagian perasaaan rakyat indonesia..bayangkan Rio Haryanto menjadi satu-satunya wakil dari asia di jet darat, bahkan menjadi pembalap indonesia pertama dalam sejarah yang masuk ke area balap formula 1.

Yup, dari segi prestasi hal ini tentulah sangat membanggakan, olahraga supermahal ini bisa dimasuki oleh Indonesia yang notabene negara berkembang, nilai kontrak satu pembalap saja bisa membiayai APBD kota/kabupaten di Indonesia..haha..

Nah, beranjak ke masalah dana yang ternyata Rio Haryanto harus pontang-panting memohon dana para sponsor karena ternyata perlu "uang panjer" untuk menjadi pembalap Manor di formula 1.

Weleh, koo ada uang panjer? Bingung saya, bukannya para pembalap itu di kontrak sama yang punya mobil yaa? Dan dia bisa dapat duit penghasilan dari kontrak tersebut? Koo malah pembalapnya yang bayar..binunn sayaa..

Kirain uang panjer itu hanya di level bawah ajaa..uppsss..ternyata di level pembalap F1 pun musti beginian (tapi dari sudut yang berbeda) hayoo siapa yg kebiasaan sogok menyogok? Ngakuuu...

Tapi prinsipnya kalau punya prestasi dan kemampuan dahsyat sekelas michael schumacher tentu tak perlu pontang-panting cari dana sponsor yaaa? Otomatis para penyandang dana bakalan berebut mengeluarkan koceknya..

hmmm..bukan berarti Rio gak berkelas, mungkin saja Schumacher atawa raikonnen memulai balapan F1 dari karir yang sama-sama susahnya kayak Rio Haryanto..

Yaaa pada dasarnya selama tidak menggunakan uang pajak rakyat dan dananya dari perusahaan yaaa kita dukung laah mengharumkan nama Indonesia..

Tapi klo berasal dari kocek pemerintah yaa gak setuju, dana ratusan miliar bisa dipakai banyak kegiatan positif lainnya, bahkan bisa kasih bonus besar untuk pemenang thomas dan Uber cup..

Thursday, July 2, 2015

Marak Go-Jek vs Uber Taxi

weww..keberadaan Go-jek dan Uber Taxi mengganggu hegemoni para penguasa jalanan. niat utamanya Go-Jek dan Uber Taxi adalah memudahkan konsumen menggunakan jasa mereka, tapi koo malah ditentang, bahkan di Paris hingga demo anarkis.

Salahkah Go-Jek dan Uber Taxi?? kalau menurut saya siih mereka sama sekali tidak salah, hanya kemunculannya yang mendadak dan tiba-tibalah yang kurang tepat. Gaya kemunculan Go-Jek dan Uber Taxi mirip gaya om Dahlan Iskan dalam membuat gebrakan kebijakan di BUMN, akhirnya berujung dengan permasalahan hukum.

Go-Jek masih mending karena memiliki badan hukum, sosialisasinya lebih dapat dan mudah dilakukan, walaupun sebetulnya dari UU lalu lintas mana ada plat hitam menjadi angkutan komersial. tapi kenapa polisi dan politisi tidak menggubrisnya?

Menurut ane sii karena Go-Jek masih cerdas dengan menggunakan selimut "rakyat kecil", membantu pengangguran, membantu masyarakat menambah penghasilan, mengurangi kemacetan, merapihkan tata kelola ojek, memudahkan konsumen mencari ojek, ibaratnya mengangkat harkat dan martabat tukang ojek menjadi lebih profesional.

Sementara Uber taxi datang dengan kegagahannya dan kemendadakannya membuat para supir yang telah berkuasa menjadi terusik, dengan kehimpitan ekonomi yang terus menggerus, maka asap dapur semakin menipis, bagaimana bisa taxi berplat nomor hitam? apa mereka membayar pajak?

Kalau begitu untuk apa ada taxi biasa? kenapa gak semuanya aja jadi uber taxi, gak perlu plat nomor kuning? jangan-jangan plat nomor kuning inilah yang membuat taxi biasa menjadi lebih mahal tarifnya?

kalau mau jujur sii dari aturan hukum yaa Go-Jek dan uber taxi memang menyalahi peraturan dan perundang-undangan. Itu menurut ane yaa, dari kacamata awam, minus pula..

Kalau dari segi kacamata konsumen yaa tak ada banyak masalah, justru lebih banyak menguntungkan, gak perlu repot, pengemudi lebih profesional, terdaftar, mengurangi tingkat kejahatan, dan keuntungan lainnya.

Pertanyaan terbesar saya adalah kenapa para operator taxi yang sudah ada tidak membuat software yang sama? baru kepikiran ya? sebelumnya udah keenakan yaa? kenapa tidak terus memperbarui pelayanan mereka? lebih memilih ngetem di suatu tempat dan nongkrong yaa? gak mau bagusin kondisi mobilnya yaa? gak bisa ngambil keuntungan dari "nembak" harga yaa? masih pengen merokok di taxi ya? gak mau yang terlalu deket 10 m 20 m yaa?

Entahlah, kebiasaan dan kecenderungan manusia adalah mencari zona nyaman dan terus diam disitu kecuali bila ada yang mengusik, barulah mau berubah..

so, daripada ribut anarkis lebih baik berubah menjadi lebih baik.. :)

Wednesday, July 1, 2015

Pikirmu Aku Pintar

Kawan, dulu aku duduk di pojok sana
Belakang bagian bangku kayu tua
di dinding bilik tak bertuan meraja
Bukankah kamu juga sama

Tak pernah aku menyentuh nilai sempurna
semua terkadang menjadi sirna
saat semua idealisme pengajar menghilang entah kemana
pudarlah yang menjadi angan jiwa

Oplet tua pahlawan tanpa tanda jasa itu masih adakah?
atau setidaknya sendal jepit kusut itu masih tersediakah?
kurasa sekarang berganti menjadi benda mewah..
terlupa akan makna pendidikan dalam sejarah..

Kawan, nilaimu bukanlah jiwamu..
nilaimu bukan pula pembunuhmu
bila penguasa lupa akan makna ilmu
berjuanglah melawan tanpa batas tertentu..

Gurumu bukanlah Tuhanmu..
mereka sama bodohnya denganmu..
hanya hati ikhlas yang mampu membantumu
jangan berhenti menggapai citamu


Surat Cinta Untuk Om Anies Baswedan :)

Andai Om Anies Baswedan membaca ini smile emoticon
20.00 : "wah, masih pake seragam jam segini? Sekolah siang yaa?"
Dengan entengnya ibu anak SMA jawab "bukan pak, ini baru selesai bimbel, paling sore pulang ke rumah jam 6 lah, tapi seringnya sii jam 8"
"Bukannya masuk sekolah jam 6.30 yaa bu? Perasaan saya jam 13.00 atau jam 14.00 paling siang" sambil jidat mengerut..
"Masih pak, masuk jam segitu, tapi pulangnya juga lebih sore, jam 16.00, abis itu lanjut bimbel, klo pulang ke rumah dulu abis waktu di jalan..?"
"Sabtu libur kan bu?" Muka terperangah bertanya-tanya
"Nggak, sama aja" "kalau anak sekarang mah gak bimbel itu bisa ketinggalan pak, mau gimana lagi pak"
APAH??! Makhluk apakah BIMBEL itu? Sebegitu susahkah belajar di kota besar negeri ini hingga harus 14 jam sehari belajarnya? Padahal anaknya sekolah di sekolah favorit..
Ataukah bimbel sudah menjadi TPA remaja? Hingga orang tua lebih mempercayakan bimbel untuk menuntun hidup anaknya? tongue emoticon
Luar biasa memang anak zaman sekarang, belajar habis-habisan, melebihi jam kerja saya pribadi malahan, padahal setelah lulus SMA, gak semua tertampung di negeri, klopun tertampung di negeri, lulus kuliah pun belum tentu keterima bekerja..
Syukur-syukur nanti bekerja digaji dengan layak..wong sebagian besar masih menganggur..
Masih mending klo belajar 14 jam sehari itu bisa bikin anaknya mampu buang sampah pada tempatnya, mampu bikin anaknya gak pake nyerobot lampu merah dan rambu-rambu lainnya, mampu bikin anaknya mengerti kata Queue, mampu memberikan kursi ke ibu hamil atawa orang tua, atawa mampu seenggaknya menegur yang merokok di depan bayi dan ruang umum..
Yayayaya..andai penguasa membacanya..tampaknya itu hanya sebuah khayalan.. 

Untungnya, Om Anies Baswedan menghapuskan Ujian Nasional (UN) hanya sebagai satu-satunya jalur kehidupan anak sekarang..

sayangnya, mungkin om Anies Baswedan hanya bertahan 5 tahun..

Sumber gambar : http://namasayarina.blogspot.com/2012/12/ujianstress.html

Matematika yang tak berguna, -Bagi saya, red-

WOW..saya kira buku ini di dalamnya memuat ilmu yg berkaitan dengan penerbangan, yaa minimal menghitung aerodinamika pesawat, cara mendesain pesawat menggunakan matematika, pengaruh bentuk ekor pesawat dan cara kalkulasinya..dll..
Ternyata..WOW..ternyata..isinya trigonometri, pythagoras, beserta rumus2 menghitung lingkaran, kaleng..yg dari zaman smp dulu gitu-gitu aja..Kirain ada rumus matematika baru, atau yaa isinya minimal bagaimana menemukan rumus matematika baru..wkwkwkwkw..
KECEWA kah saya? yup..definitely I'm..
Saya Bertanya pada teman,saudara, ibu, bapak sekalian semua yg ada di sini..digunakan untuk apakah rumus-rumus tersebut oleh Anda? Memasak? Melukis? Menulis resep obat? Menghitung arus kas? Membuat mesin baru? Membuat software? Menemukan ilmu baru? Membantu persalinan? Membuat pyramida atau candi baru? Menghitung harga sembako? Jadi supir kereta? Atau sesuai gambar buku ini? Make an aeroplane..cool..
Atau hanya untuk lulus sekolah saja? Uppsss..klo itu sii jawaban untuk saya pribadi..wkwkwkwk..karena sama sekali semua rumus tersebut tak dipakai dalam pekerjaan saya..satupun rumus..kecuali ilmu perkalian, pengurangan,penambahan, pembagian,ilmu menggaris (ilmu matematika bukan yaa klo ini tongue emoticon ) sisanyaa...tenggelam dalam sanubariku terdalam..
Saya salut kemarin lihat mahasiswa menggunakan ilmu matematika untuk membuat pola batik (akhirnya ada orang yg mau menggunakan ilmu ini)..tapi yaa paling cuma satu dua orang dari 280 juta penduduk negeri ini.. tongue emoticon
Klo anak teknik yaa jangan ditanya..pasti dipake tooh sehari-hari? Iyaa kan? Dipake kan? Eh, atau udah jadi akuntan sekarang? Uppsss..no offense plz..
Saya sangat mencintai matematika dari dulu..bahkan saya sempat membuat puisi dengan judul "berhitung" waktu SD dulu, lumayan dapat kaos warna merah bergambar BoBo..hurray..tapi saat ini semua itu tenggelam, hasrat matematika kalah dengan perlakuan nilai ilmu lain yg terlalu kejam..apalagi hasrat Kurikulum kementerian yg membabi buta..belum gairah-gairah pengajar dan sekolah untuk mencapai nilai kelulusan...
Aah..sudahlah..matematika sudah saya kubur bersama baju BoBo..bahkan hingga sekarang pasti dan pasti tak ada keluarga yg tau bahwa puisi itu dimuat dalam majalah..wkwkwk..
Apakah anda merasakan hal yg sama? Yuu jangan diam tak menentu, jangan sia-siakan ilmu matematika anda itu.. tongue emoticon ayoo kita rubah sistem pendidikan aneh ini..mau anak dan cucunya mengalami nasib yg sama dengan kita-kita ini?
Padahal anak kita mungkin calon pianist yg handal, calon pelukis terkenal, calon petenis yg hebat, calon pesepakbola yg mendunia, orator terhebat di muka bumi, calon pedagang jujur, fotografer handal, penemu mesin jam baru, penemu bahan bakar baru, penemu spesies baru, penemu obat baru, penulis novel terkenal, sutradara Gak Abal-abal, crafter creatif sejagat raya, dll..
Masihkah kita diam dan mengalah dengan Hasrat Kurikulum yang dahsyat?
Ah, tentu saja..sure..pasti..Da akumah apa atuh?

Sunday, February 23, 2014

Untuk Siapa Bersekolah di negeri ini?

Semoga kisah pendek ini bisa membuat para orang tua dan para pendidik sadar akan suatu "kesalahan" yang menurut saya cukup Fatal. entah untuk ayah bunda yang lainnya, entah pula apa kata menteri??

Semalam, yaaa sore hari tepatnya, datang seorang anak berbadan besar beserta ibunya, umurnya sekitar 10 tahun, jadi sekarang mungkin sedang menjalani pendidikan SD kelas IV atau V, karena saya gak bertanya dengan pasti. kita sebut aja namanya dengan Davino (bukan nama sebenarnya), dia datang dengan keluhan terdapat gigi depan atas yang bertumpuk. Setelah dilihat ternyata masih ada sisa gigi SUSU yang menghalangi gigi dewasa tumbuh, walhasil di sekolah Davino sering diejekin.

Ibunya mengatakan dan merasa bersalah juga karena baru dibawa ke dokter gigi,selain itu memang davino takut untuk pergi ke dokter gigi. Tapi yang akan kita bahas bukanlah rasa takut davino ke dokter gigi, melainkan betapa terkejutnya saya ketika ibunya bercerita bahwa Davino sering diejek oleh teman-teman di sekolahnya, "iih, davino lo gak punya duit yaa, lo orang miskin yaa sampai gak bisa bayar ke dokter gigi?" diiringi gelak tawa dari teman-temannya.

Saya langsung menarik nafas panjang, terdiam sejenak dan langsung syok anafilaktik, eh..bagaimana bisa teman-temannya berkata demikian? Itu baru satu, setelah ngobrol lebih lanjut ibunya bercerita awal mulanya adalah dari WALI KELAS yang sering menjelekan Davino di depan kelas, mengomentari masalah giginya di depan teman-temannya, entah ucapan nada ledekan seperti apa yang diucapkan oleh gurunya tersebut sehingga teman-teman sekelasnya sanggup mengeluarkan kata-kata tersebut? Langsung deh jantung saya nyut-nyutan..eh, bukannya memang berdenyut yaa? xixixi

Itu baru dua? karena Davino takut dicabut giginya, dia menangis-nangis dan berteriak, padahal belum juga disentuh, Gak perlu laa yaa diceritain proses di kursi gigi ini, yang ingin saya bagikan kisahnya adalah Ancaman Davino pada ibunya? looo, ko ngancam ibunya? jadi begini, karena ibunya gak tega anaknya di ledek terus ibunya memaksa davino untuk dicabut giginya, walaupun davino terus meronta-ronta di kursi gigi, dengan berbagai rayuan dan bujukan, tetap saja meronta, akhirnya ibunya kesal juga dan emosi, saya tidak kaget dengan kekesalan ibunya, tapi yang membuat saya terkejut adalah jawaban Davino "Ibu JAHAT, Davino akan balas ibu, Davino Kasih ibu NILAI JELEK, biarin aja davino nilainya jelek" berulang kali Davino mengatakan hal tersebut.

Entah apa yang terjadi dengan Hatiku, kumasih disini menunggu pagi (terpaksa nyanyi Peterpan) karena terkejut dengan jawaban Davino, seumur hidup saya baru kali ini  mendengar sebuah ancaman dengan memberikan NILAI JELEK.

Akhirnya saya menyadari bahwa yang mungkin terjadi di sistem pendidikan sekolah Republik Indonesia ini adalah anak tidak mencintai apa yang mereka pelajari, anak juga tidak diajarkan apa sii tujuan pendidikan ini? karena mungkin mereka bersekolah bukan untuk dirinya, tapi untuk Orang Tuanya, untuk gengsi orang tuanya? Hanya untuk sebuah nilai raport kah? untuk sekedar lulus ujiankah? untuk menjadi Ranking 1? Itukah yang Ayah Bunda inginkan dari anak-anak bunda tercinta yang dikandung selama sembilan bulan? membuat mereka menjadi Robot-robot yang Ayah Bunda Kendalikan? Tak bisakah mereka memperoleh kesenangan berkreasi? bukan hanya sekedar mengejar nilai dan gengsi?

Ketika anak tersebut meronta-ronta, muncul pula sebuah kutipan anak seumurannya? Saya mau jadi apa ya nanti? Saya sukanya musik tapi mau jadi apa ya? apa saya jadi dokter? Hadeeuh angger eta dokter,insinyur, dan pilot..wkwkwkwkwk. Akibat Menjadi Robot dan terus-menerus menjadi Ranking 1..

Ah, entahlah, semoga anak kami tidak menjadi korban sistem pendidikan yang COBA-COBA, semoga kami bisa menjadi orang tua yang baik, walaupun tetap kebingungan apa solusi untuk semua itu!! salah satunya hanyalah mengurangi bekerja dan menyisihkan banyak waktu untuk si kecil.. :)

Tahukah Anda dimana Davino bersekolah?? Di salah satu Sekolah ternama di Kota Bandung, yang katanya Bagus, yang katanya susah untuk masuk ke sekolah ini, yang katanya harus tes berbagai macam sebelum masuk, dan Yang Faktanya Biaya Sekolahnya Hampir sama dengan Biaya Kuliah Spesialis saya..bahkan lebih mahal..Xixixixixixi. semoga bisa mencerahkan sebagian Ayah Bunda, dan semoga Menteri Pendidikan mendengarnya.

Sejujurnya bagi kami, mengajarkan kata yang santun,kejujuran dan tutur kata yang lemah lembut serta Empati dan kasih sayang terhadap sesama, menghilangkan egoisme,Jauh Lebih Sulit dan lebih penting dibandingkan Nilai Sempurna dalam Matematika, Fisika, IPA, dan lain sebagainya. Semoga para Guru selalu mau untuk berintrospeksi dan mau untuk dikritik dan lebih mau untuk mengajarkan arti Empati daripada sebuah Angka.

Wednesday, December 4, 2013

Pulsa Telkomsel Tersedot..!!

kejadiannya berawal dari Kamis, 28 November 2013, jamnya lupa jam berapa tapi kurang lebih malam hari. saya memiliki paket telkomsel flash 600 MB dari sekitar 2 minggu sebelum hari kejadian, otomatis saya masih memiliki kuota sekitar 300 MB di hari ini, walaupun hanya menyisakan kuota 3G/HSDPA,gadget punya saya masih bisa diatur untuk 3G only, jadi otomatis tidak akan mengambil pulsa utama, Karena di bulan-bulan sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan settingan di Handphone (S. G. Note 1) saya. Namun tiba-tiba pulsa utama saya terambil pada saat streaming video dari youtube, walhasil melayanglaah Rp.50,000,- dalam sekejap, hitungan detik,pantesan koo rasa-rasanya streaming pake telkomsel gak pernah secepat ini, ternyata eh ternyata dia mengambil pulsa utama, jadilah bener-bener FLASH, bukan FLUSH, wkwkwkwkwk.
Padahal, sekali lagi, saya sebelum streaming memeriksa dulu sisa kuota telkomsel flash, dan sama sekali gak berubah, tetap di angka 300 MB-an, nahlo, kenapa bisa pulsa utama yang kesedot??? biasanya kalau sedang ada paket internet maka pulsa utama sama sekali tidak terambil, kalaupun memaksakan menggunakan pulsa utama maka biasanya ada peringatan dari handphone, nah, kemarin itu bener-bener beda, lambang HSDPA menghilang, tapi bisa streaming, dan gak ada peringatan, langsung laah emosi.. mencak-mencak telkomsel, karena pulsa langsung Rp. 0,- aaarggghhh..saya biarkan dulu hati tenang sebelum menelepon..walaupun dongkol sekali.
Soalnya saya juga baru tahu kalau pulsa Rp. 0,- maka tak bisa menggunakan fasilitas FLASH,minimal ada Rp. 50,-,tambahlah dongkol, gimana cara komplain via websitenya,aaarggghh,, ya sudah, saya coba tambahin pulsa Rp. 5000,- dari orang sekitar..baru bisa buka-buka informasi kemana mengadu..tadinya sii mau mencak-mencak di grapari, tapi males juga, yaa via telepon dulu..
setelah mengobrak-ngabrik situs telkomsel barulah didapat nomor 166 dan 188 untuk pengaduan, klo gak salah yang 166 bayar Rp. 300,- per sambungan, saya ceritakanlah kejadiannya diatas, yaa gak mencak-mencak lagi, soalnya udah adem, diterima dengan baik oleh CS telkomsel, kemudian mereka menjanjikan melakukan pemeriksaan oleh IT telkomsel, dan diberikan waktu 3 x 24 jam, Kalau gak ada hasilnya yaa terpaksa mencak-mencak, minimal di blog..he.he.Males juga ngeributin 50 rb. tapi tetep aja rasanya dongkol..
dua hari kemudian barulah ada hasilnya, telkomsel mengembalikan seluruh pulsa yang tersedot dan diberitahukan via sms telkomsel, jarang-jarangnya nii dapet sms menggembirakan,biasanya spaming, klo nggak penipuan atas nama telkomsel,,he.he..syukurlah semua masalah bisa diselesaikan dengan baik tanpa perlu ada emosi tingkat tinggi..
nah, siapa tau ada yang mengalami hal yang sama silakan hubungi CS telkomsel di 166, atau kalau mau lebih yakin, cek dulu websitenya, takutna nomor tersebut sudah diganti lagi..

Wednesday, November 20, 2013

Lama dinanti

Terkadang tawa itu lepas
tanpa bermaksud meluka
terkadang hampa itu jelas
walau tawa tetap membahana

jiwa yang lemah memilih terbunuh di lorong sepi
menanti nyawa terpanggil

jiwa yang tenang tetap tersenyum
walau matilah yang datang

sayup-sayup hinaan itu terdengar
menertawakanku tanpa henti

pujian pun tak lupa mengiringi
tuk tetap menjaga mimpi

tawa..
hina..
puja..
Lelah kudengar

mati..
sungguh lama dinanti..

Monday, November 18, 2013

Kasus Malpraktek (Kata jaksa) Dokter di SULUT

Wedeww..UUPK tentang Informed consent itu layaknya proses caries, orang awam gak ngerti fungsi dan kedudukannya, dijelasin prosesnya panjang lebar tambah gak ngerti, disuruh ditambal, ngotot dicabut, eeh..pas mau dicabut,kerasa ada linu, minta ditambal aja...#arggghhh itulah informed consent..

Berdasarkan peristiwa Pidana Residen Obgyn di Sulut, Akhirnya saya tahu kenapa orang lebih memilih Foto-foto apabila ada orang kecelakaan, atau nyalain video camera klo ada yang sedang tenggelam..Wong serba salah, klo nolongin ngangkut takut ada yang tambah patah tulang, jadi mati tambah berabe. Bahkan, mungkin kalo para dokter melihat ada kecelakaan di jalan, bakal pada cuek bebek..MUNGKIN looo..

Soalnya kan harus punya Surat Izin Praktek di jalan raya untuk melakukan tindakan medis, terus musti nyari tanda tangan keluarga untuk CPR, Imobilisasi, pemasangan Colar neck, dll. Klo pun ada keluarganya ditempat buat tandatangan, kan formulir Informed consent gak selalu dibawa pas lagi liburan..ckckckck

#edisiinformedconsent ala orang awam..

Buat sejawat yang sedang kena musibah informed consent semoga tetap tabah, dan lebih sukses di kemudian hari..Peristiwa seperti ini seringkali memotivasi saya untuk jadi pengacara nii..tapi males juga kalau musti balik ke S1 Hukum..klo Magister bisa jadi lawyer, udah saya bantuin deee...

Dunia kedokteran tuu butuh Lawyer yang Dokter, karena terlalu rumit..melibatkan tangan Tuhan soalnya..

Monday, June 3, 2013

Special olympics 2013

Persatuan dokter gigi Indonesia (PDGI) kota bandung pada hari jumat lalu (1 juni 2013)mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi calon peserta Special olympics 2013 yang melibatkan anak-anak tuna grahita dari sekolah luar biasa yang ada di kota Bandung.
Dalam penyelenggaraan tersebut dilibatkan fakultas kedokteran gigi universitas padjadjaran,khususnya dari bagian ilmu kesehatan gigi anak beserta alumni untuk ikut berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut anak-anak berkebutuhan khusus ini, sekitar 100 calon peserta Special olympics 2013 terjaring dalam acara tersebut.
Special olympics itu sendiri berbeda dengan paralympics yang hanya melibatkan masyarakat yang memiliki gangguan fisik dalam kegiatan olahraga dan lain sebagainya, namun memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk menunjukkan eksistensinya di masyarakat umum, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama manusia, mereka ada untuk diperdulikan.. :)
Saya sendiri baru mengetahui ada Special olympics yang mengkhususkan warga tuna grahita ini, selama ini seringkali melihat lebih mengenai para lympics yang melibatkan keterbatasan fisik saja, tidak ada batasan umur dalam penyelenggaraan acara tersebut, namun semua pemeriksaan kesehatan dan kemampuan peserta harus di seleksi terlebih dahulu, pemeriksaan pun dilakukan tanpa ada paksaan karena calon peserta tidak selalu mau untuk diperiksakan kesehatannya, seringkali fokus anak teralihkan pada hal-hal lain dibandingkan mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Semoga penyelenggaraan acara-acara seperti ini lebih banyak diadakan agar semakin meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia, daripada sibuk dengan kebohongan politik dan kuasa, lebih baik kita saling membantu dengan bertindak nyata..

Tuesday, April 23, 2013

UN ujian Nasional atau Uji Nasib

Selama dua minggu terakhir permasalahan mengenai uji nasib ini menyeruak karena kisruh yang tiada tara, mungkin bagi kementerian pendidikan anak-anak yang menjadi scrizofen atau depresi bahkan bunuh diri gara2 gagal UN bukanlah hal yang penting untuk dibahas, yang terpenting adalah UN dijadikan sebagai tangga untuk siswa Indonesia meraih kemajuan.. Padahal saya bingung, mau naik tangga ke arah mana yaa..? Targetnya apa dari ujian nasional ini? Apakah bisa langsung bekerja? Digaji layak? Atau sekadar lulus, punya nilai tinggi tapi ujung-ujungnya nganggur? Gitu?

Bukankah dengan sistem ebtanas yg zaman dulu ada, siswa mampu naik tangga dengan baik? Sesuai kemampuan masing-masing, ataukah bapak menteri (saat ini dijabat M.. NUH) memiliki pemikiran bahwa semua anak harus bisa naik tangga yg sama? Apakah misalnya seekor ikan harus bisa lulus ujian dengan cara naik pohon, padahal kemampuannya adalah berenang di air.. Apakah seekor gajah juga harus lulus ujian dengan cara yg sama?

Ebtanas, dan sistem NEM di waktu orde baru menawarkan sistem ujian yg adil, siswa yg rajin dan mendapat nilai besar akan mampu bersekolah di sekolah favorit, reward and punishment, siswa yg malas dapat sekolah di non favorit,yg perlu bapak menteri pendidikan nasional lakukan adalah merubah semua sekolah non favorit menjadi sekolah favorit,didik SDM guru dengan baik,jangan asal-asalan menerima guru,lalu guru harus punya niat ikhlas mengajar siswanya, jangan cuma karena jadi lapangan pekerjaan saja tanpa peduli kemampuan siswa,beban pendidikan jangan diserahpenuhkan pada siswa,tapi gurulah yg bertanggung jawab atas kemampuan siswa, mengarahkan, mendidik, bukan hanya meluluskan..

Toh, perguruan tinggi pun dapat melakukan seleksi sendiri sesuai keinginan dan kebutuhan universitas, selama diberlakukan secara adil,maka tak ada pihak manapun yg dirugikan..

Tolonglah pak menteri pendidikan nasional berpikir secara rasional, kalau perlu contohlah Finlandia dalam mendidik siswa, jangan sekadar melancong, kalau mau menciptakan kurikulum sendiri, ciptakanlah dengan rasional, dimana seorang seniman/desainer akan menjadi seniman terbaik, bukan malah jadi pegawai bank atau teknisi listrik, pendidikan dasarlah yg penting, seharusnya selanjutnya sudah dijuruskan sesuai kemampuan dan keinginan masing-masing siswa.. Sekuat apapun anda memaksakan anak pembenci fisika menjadi cinta fisika, tetap hasilnya tak akan maksimal dan bahkan akan seringkali gagal..

Semoga bapak/ibu menteri pendidikan nasional selanjutnya terpilih dari kaum rasional.. Tanpa bermaksud mendiskreditkan prestasi menteri pendidikan nasional yg sekarang..

Bukannya apa2 pak, zaman dulu kami masih bisa bertemu ayah dan ibu serta saudara lainnya seluar jam pelajaran sekolah, kami masih bisa bermain bola, beradu tangkas, bercanda dengan kawan, penuh cinta dan kasih sayang, sementara sekarang saya melihat ade2 saya hanya belajar.. Belajar.. Belajar.. Pulang sekolah, bimbingan belajar, waktu mereka jauh lebih sibuk dibandingkan orang tuanya, padahal nilai-nilai dalam kehidupan berkeluarga sangatlah penting untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti narkoba dan seks bebas, ataukah bapak M. Nuh sebagai menteri pendidikan sudah lupa nilai-nilai kekeluargaan? Saya harap tidak..

Sunday, March 24, 2013

Cfd dago

Pemkot bandung sebetulnya sudah lama mengadakan car free Day di dago, jarak dari rumah saya paling 1 km.. Tapi baru kali ini sempat mampir.. Karena kebetulan hari ini adalah hari downs sindrom sedunia dan bagian kedokteran anak bersama dinas kesehatan setempat dan juga beberapa merchant mengadakan talkshow di area Cfd ini..

Berbagai kegiatan ada disini.. Yang jalan kaki. Yang bersepeda.. Yang jualan baju.. Yang beriklan.. Bahkan sampe yg jualan ikan dibungkus.. Yup.. Ikan mas/koki dijual disini.. Pada saat menulis ini pun di sebelah saya sedang berlangsung aksi cheerleader yg disewa salah satu bank swasta.. Di depan nya lagi cerewet dari industri telekomunikasi.. Dahsyat juga..

Acara Cfd berlangsung tiap minggu sampe jam 10..banyak banget atraksi kesenian dan juga yang cakep - cakep nongkrong di sini.. Yaa mungkin buat para jombloers bisa mampir disini tiap minggu..

Berebut penonton satu sama lain.. Aaahh.. Luar biasa area ini.. Karena are Cfd ini mungkin buat yang jauh bisa parkir kendaraan bermotor nya di area itu ganesha dan boromeus sambil bawa sepeda atau modal dua kaki doang.. Well penasaran lagi liat area lainnya..

Wellcome to bandung.. :)


Thursday, March 21, 2013

Penerimaan SPMB 2013

Tahun ini, sebentar lagi ada penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri Indonesia.. Seperti biasa, yang ingin saya komentari adalah adanya perubahan sistem lagi., biasanya semua murid lulusan sma dilakukan seleksi/ujian bersama yang kemudian diterima di perguruan tinggi yang dituju sesuai passing grade masing-masing fakultas..

Namun, penyelenggaraan seleksi tahun ini berbeda, kali ini seleksi menggunakan nilai raport dan ujian nasional, bagi siswa yang tinggal di kota besar mungkin tidak masalah dan mampu beradaptasi dengan baik, tapi saya meragukan kemampuan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, bahkan jangan-jangan mereka belum menerima kabar baru ini, orang listrik aja belum bisa masuk ke rumahnya, koran pun gk sampai..

Lalu, apakah nilai raport di masing-masing sekolah sudah murni menunjukkan kemampuan siswa? Apakah guru sudah mengajarkan muridnya dengan adil tanpa dibeda-bedakan melalui les tambahan diluar kelas, tentu kalangan bawah yang cerdas namun tak mampu, akan kesulitan untuk mengikuti les-les tambahan ini..

Sistem pembayaran di perguruan tinggi juga berubah, kali ini berlaku tanpa ada uang DPP atau sumbangan pembangunan atau adapun itulah namanya, kalau di jual beli mungkin ini namanya uang DP.. Tahun ini berlaku sistem pembayaran satu atap, sehingga beban anggaran pendidikan dibagi-bagi ke setiap semester, dengan kata lain uang semester menjadi bertambah berkali lipat..

Walaupun para pimpinan perguruan tinggi negeri berkilah bahwa bagi yang tidak mampu akan diberikan beasiswa, karena menurut mereka selama ini juga tidak seluruh mahasiswa membayar penuh, namun dibayar sesuai kemampuan masing-masing mahasiswa. Semoga saja bukan angin lalu yang berbau manis.

Di Bandung sendiri, ITB menyatakan kemungkinan biaya per semester sekitar 7,5 jt rupiah, sementara Unpad belum mengeluarkan statement - sejauh yang saya baca di media-.. Saya sendiri kurang tau kenapa biaya pendidikan itu semakin mahal.. Hanya Tuhan yang tau..

Dulu, tahun 2002, saat saya masuk fakultas kedokteran gigi /FKG Unpad, saya hanya mengeluarkan biaya sumbangan awal sebesar 4jt rupiah, kemudian biaya per semester Rp. 875.000 selama 8 semester, yang dilanjutkan dengan 3-4 semester pendidikan profesi dengan biaya per semester 1,2 jt. Apabila di jumlahkan total nya Rp. 11,8 jt.. Ditambah biaya pengeluaran alat-alat praktik dan ngongkosin pasien serta biaya wisuda dll.. Total nya mungkin hanya sampai 25 jt untuk mendapatkan gelar dokter gigi.. Jadi, kata siapa kedokteran itu mahal.. Itu dulu..

Namun, semenjak 3-4 tahun ke belakang nilainya membengkak, bahkan nilai segitu tidak cukup untuk biaya masuknya saja, khususnya untuk jalur SMUP Unpad.. Alangkah lebih baiknya para siswa mencari tahu lebih banyak lagi mengenai biaya tahun ini.. Saya pun akan memberikan informasi tambahan lainnya bila ada pengumuman baru dari PTN..

Kenapa mahal? Entahlaah.. Hanya Tuhan yang tau..

Susahnya mencari Tukang

Hari ini saya belajar satu hal lagi mengenai kemiskinan dan malasnya orang keluar dari kemiskinan itu..yang ada malah menghina-hina orang kaya, menganggap orang kaya itu sombong-sombong mentang-mentang punya duit atau kuasa..walopun memang kenyataannya banyak orang kaya nan sombong..tapi banyal pula orang kaya yang rendah hati dan pandai menolong..

namun, kali ini saya membahas betapa banyaknya kesempatan bagi orang miskin untuk berkembang menjadi orang yang berhasil, tapi sebagian besar dari mereka hanya ingin berada di dalam zona nyaman, ingin langsung cepat kaya, tanpa mau susah..

contohnya tukang yang lagi ngebangun rumah satu ini, sudah di baik-baikin, pembayaran pun dilunasi di depan..eh, kerjanya super malas, datang jam 9.30 pulang jam 16.30, walhasil pekerjaan pun  terbengkalai, sudah diingatkan untuk terus memantau bawahannya, malah gak digubris, yang ada jadi terus nombok buat bayarin tuu bawahan, dari target 2 bulan jadinya udah hampir 6 bulan gak beres-beres,,

dikasi tau dengan baik-baik, harus begini-harus begitu, malah gak dijalanin, padahal mulutnya tukang bangunan satu ini manis banget..bilang bahwa kualitasnya baiik, nanti pasti diberesin, bla.bla.bla..kita yang tadinya mau terus ngajakin kerjasama jadilah berbalik mikir buruk bahwa nii tukang mau melarikan diri dari tanggungjawab yang diembannya..

kalau saja proyek ini dijalankan dengan baik, sudah saya siapkan proyek-proyek lainnya, walhasil kalau kejadiannya seperti ini yaa wassalam dee..silahkan dee nikmati uang yang dihasilkan dengan cara seperti itu..

entahlah apa yang terjadi, dibilang gak punya duit tapi rokok dan kopi jalan terus tiap dua jam, kerja dengan sangat lamban, terus menunda-nunda, ditelponin juga susah..padahal kita sudah sampaikan bocornya dimana, nanti ditanggung, tapi ngeluarin bonnya aja gak bisa ditanggungjawabin..aargghh bagaimana mau keluar dari kemiskinan kalau masih hanya ingin di zona malas..

Wednesday, March 6, 2013

kisah Pak ogah si polisi cepe

barusan, 15  menit yg lalu ngelewatin persimpangan yang biasanya ada pak ogah, deket bank bii, jalur potong antapani dan ahmad yani, cicadas, bandung..

jam-jam segini biasany jalur kecil ini lebih ramai dari biasanya karena dilalui dua mobil dari arah berlawanan, walhasil harus selalu berjalan perlahan dan saling mepet satu sama lainnya..

dari persimpangan ahmad yani biasanya ada bapak-bapak yg biasa jadi pak ogah si polisi cepe, kadang saya ngasi,kadang juga gak, jumlahnya gak seberapa, kadang gope, kadang cepe, gimana ada duit di dashboard mobil..

tapi mulai sekarang mungkin bakal selalu ngasih sama nii bapak, karena barusan pak ogah ini lebih memilih nyebrangin dua bocah yang lagi nyebrang, dia bela-belain lari ke arah sebelah penumpang (bukan deket-deket sopir tempat ngasih uang) buat berhentiin motor yg seringkali gak tau diri, padahal saya sudah buka jendela dan nyiapin gope buat beliau..

seringkali kita bisa belajar dari kelakuan orang-orang yang mungkin bagi sebagian orang dianggap mengganggu di jalanan, bahkan kelakuan pak ogah ini lebih baik dari para pejabat yang mementingkan keuntungan pribadinya dibandingkan rakyat yang membutuhkan..gak jarang para pejabat  mendahulukan menerima uang untuk calo pegawai negeri sipil/ pns di tiap level pemerintahan dibandingkan menyeleksi secara adil..

yaa semoga pembaca gak seperti orang-orang kotor di pemerintahan..

Tuesday, January 29, 2013

Tsunami Jakarta Baru

Jakarta telah diberikan Peringatan
Peringatan sederhana
tangis dan kematian tak terelakan
merenggut segelintir jiwa

Bilakah pemimpin yang disalahkan
ataukah rakyat yang bodoh
termakan ekonomi setan
tanpa perduli aturan benar salah

tsunami kecil pun tercipta
walau ku berharap angin topan menyerta
bukan karena agar jakarta menderita
hanya sekedar ingin mereka ingat kembali Pencipta

puluhan tahun pemimpin jakarta menutup mata
telinga tertutup dedaunan beton
dikelilingi aroma kekuasaan di sekitar hidungnya
tanpa pernah merasa tercukupi

Rakyat pun tetap dalam egoisme kebodohan
berjudul ekonomi kemiskinan
alam sudah tak mereka pedulikan
hanya perut yang ada di kepala

Ini hanya tsunami jakarta Baru yang kalian inginkan bung!!
akan ada pertunjukkan alam selanjutnya
ketika rakyat dan pemimpin tetap dalam kemiskinan
kemiskinan akan moralitas