starting blogger droid

Yup..hari ini terlihat ada icon baru di tab ini, judulnya blogge droid, entah ini menarik untuk digunakan atau enggak tapi seenggakny layak untuk dicoba sekalian itung-itung latihan ngetik di gadget gede satu ini.


Minggu ini lagi gencar-gencarnya sidang om nazar dengan saksi angie yang tiba-tiba lupa ingatan, mungkin itu balasan buat om nazar yang dulu mengaku amnesia dan sempet buron keluar negeri hingga mau nyewa pengacara kolombia. Yaa begitulaa neger indonesia tercinta ini, politik dan kekayaan yang dipikirkan oleh para pemimpin ini, padahal di luar sana setiap rakyat mulai kelaparan,upss bukan mulai deng, tapi semakin menjerit kelaparan, ketika semuanya amnesia dalam korupsi, mereka sudah kena alzheimer kalo ngomongin nasib rakyat,  yang kecil tetap keil bung, begitulaa mungkin yang ada di benak para pemimpin negeri ini,, entah sampai kapan mereka akan terus bersenang-senang diatas penderitaan rakyat kecil...


Jadi inget cerita tentang Raffles yang mengelola singapura pada awal-awal terbentuknya negara singa ini, dimana beliau,sekalipun sebagai seorang penjajah, dan berhadapan dengan berbagai ancaman belanda dan penjajah lainnya, dia tetap tegar dengan impiannya untuk menciptakan sebuah kota pelabuhan yang bebas untuk disinggah siapapun, sehingga mulai datang berbagai macam penduduk, suku, ras, agama ke negara kecil ini, pada saat Raffles datang, semua teratur, namun saat ditinggal dan diserahkan pada temannya, semua berubah, judi berkembang dimana-mana, opium menjadi bagian sehari-hari..kejahatan meningkat sampai akhirnya Raffles kaget dan memecat sahabatnya sendiri serta menghukum sahabatnya itu, kemudian Raffles mulai menggambarkan masa depan negara singa ini dengan lebih teratur, opium berkurang, produktifitas meningkat, desain utama kota, dalam hal ini tata letak kotapun dia gambarkan ssampai akhirnya desain ini menjadi bagian tak terlupakan dari negeri singapura yang luasnya tak lebih dari kota bandung..


Pemimpin itu berpengaruh bung, jangankah menjadi oemimpin busuk dan mulailah bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan pribadi maupun golongan..rakyat itu hanya penumpang, pemimpinlaa supirnya, tapi rakyat juga bisa nyaci maki dan ngeberhentiin tuu supir bila jalan yang dituju gak sesuai keinginan penumpang..


Published with Blogger-droid v2.0.4

0 comments  

Tips n Trik ngelewatin Paspampres..

Belakangan ini muncul 2 peristiwa yang membuat paspampres bermuka merah merona..eh..merah membara, yang pertama orang polos yang tidak tahu apa-apa berpakaian tukang kebun nyerobot tiba-tiba ada di hadapan bapak presiden RI yang "ingin" terhormat, kedua mahasiswa "bebal" yang diundang resmi dan udah gak tahan buat nyampein aspirasi RAKYAT INDONESIA KEBANYAKAN, karena ga digubris langsung nyelonong ke depan bapak wakil presiden RI yang "ingin" terhormat pula..

Dua orang ini bernasib buruk, tukang kebun menjadi tak tenang karena terus dihujani pertanyaan wartawan, yang mahasiswa sempat di hajar tendang, macam maling ayam, padahal di sebelah PASPAMPRES ada yang nyolong duit milyaran malah disembah-sembah, lalu si mahasiswa pun memaklumi apa yang sudah dilakukan paspampres terhadap dirinya..entah apa yang telah terjadi..

lalu saya tertarik memberikan tips menerobos pagar Paspampres 2011.. :
1. pastikan sedang ada sesuatu diangkasa luar dan udara terik, sehingga semua kepala dengan kacamata hitam akan terus melihat ke atas dan lupa lihat kebawah (seperti watak para pemimpin negeri ini yang Ogah lihat ke bawah)
2. pastikan anda memakai pakaian, minimal selembar kain, karena kalo anda naked, semua mata malah akan berpindah pada Anda..tentunya jangan berseragam ala Pocong...
3. bila perlu, siapkan belalang tempur anda, usahakan tanpa suara dan ramah lingkungan, paling disarankan adalah sepeda..alasannya karena baru kendaraan jenis ini yang bisa nerobos tanpa ketahuan...
4. pasang muka polos dan tak bersalah, jangan banyak omong, apalagi curhat sana-sini...
5. makan dulu yang banyak, karena abis itu anda bakalan dikejar-kejar, musti banyak energi yang disiapkan..
6. Timing harus Anda perhatikan, karena percuma klo udah acaranya selesai anda baru masuk yaa dipastikan anda sendirian disitu..
7. GUnakanlah sepatu produk indonesia tipe olaharaga, supaya mudah lari kalo pas kejar-kejaran dengan paspampres..
8. Terakhir, sebetulnya cara yang paling mudah adalah Anda menjadi koruptor sekaligus pejabat, karena anda seakan-akan memiliki jubahnya harry potter yang bisa bikin Invisible alias tak terlihat, anda bisa masuk dengan tenang tanpa diperiksa apa-apa, anda juga dapat langsung berada di samping presiden/wapres, tinggal butuh tekad dan kenekatan yang kuat, apakah anda sanggup mengatakan "Pak presiden/wapres, saya ini koruptor yang makan uang rakyat looo", dan kemungkinannya mereka hanya akan kaget, kemudian tersenyum...dijamin anda tak akan dipukul dan dikejar paspampres..

0 comments  

17 Agustus 2011

Hari ini Haru Kemerdekaan Republik Indonesia..66 tahun berlalu sudah, pembangunan terjadi di berbagai bidang, kemiskinan pun tetap berkembang, Alphard ada dimana-mana bahkan udah mirip Honda Jazz atawa toyota Avanza yang berarti nunjukkin banyaknya orang Indonesia yang kaya raya, bayangin toyota Alphard yang harganya 1 M lebih berseliweran hampir tiap menit, bahkan beberapa kepala daerah memilikinya..


disisi lain ada sekolah yang masih runtuh gak dibener-benerin..busung lapar (yang beritanya selalu ditutup-tutupin karena kepala daerahnya bisa kena "tampar" bapak presiden), para TKI/TKW berjuang di negeri orang tanpa jaminan ada pembelaan hukum karena gaji 400 rb klo kerja di rumah Indonesia mana cukup buat nyekolahin 4 anaknya, padahal majikannya punya Alphard..

majikan yang baik pun masih banyak, bahkan tanpa sungkan dan tanpa berharap imbalan ada yang mau menyekolahkan (terutama anak-anak yang bekerja di rumah tangga usia 15-18 tahun), syukurlah itu masih ada..

Politik???? haaah..males komentarnya, semua hanya memikirkan kepentingan partai dan pribadi..pemilu berikutnya pasti golongan putih akan lebih banyak, kecuali partai-partai itu mampu menghipnotis lagi pemilihnya, entah dengan jargon, idealisme, ataupun sama duit..

Bahas satu-satu aah dari sila-sila yang dipegang sama burung Garuda (Garuda tuuh sejenis burung apa sii? udah punah? atawa cuma legenda?

1. Ketuhanan
kerukunan di berbagai tempat udah terwujud, terutama di desa-desa atopun kota kecil yang saling menghargai, dulu saat ke NTT, gw dianterin ke masjid sama penduduk yang bukan muslim, bahkan mereka memahami bahwa hewan yang dipotong harus oleh muslim, dan mereka menyediakan tempat sendiri, Gak ada yang ribut, balik ke Bandung liat TV : Ahmadiyah ditewaskan, gw sendiri memang gak suka dengan agama Ahmadiyah, tapi sejak kapan Islam mengajarkan kekerasan? Pemerintah?? duuh bahkan gw ragu emang masih ada Menteri Agama? dulu Rasulullah Muhammad SAW gak pernah tuuh ngebales kaum Quraisy yang ngeludahin wajahnya, yang ngebuat luka badannya...Perang zaman dulu gimana??? itu upaya perlindungan diri dari kaum yang ingin kembali ke jahiliyah, lah sekarang itu gak musim perang-perangan apalagi BOM BUNUH DIRI, itu sii PINTU TOL NERAKA..mana ada zaman nabi bunuh diri buat ngebunuh yang lain..duuh Plisss deeh..ingat..peperangan zaman dulu pun Islam tak pernah melukai tawanan, anak kecil, orang-orang tak berdosa, laah ini ko malah nge-BOM.
Islam hadir di Indonesia, diterima di negeri ini karena kedamaiannya, ada gitu wali songo menyebarkan lewat peperangan? tunjukkin perilaku yang baik, menghargai agama lain, bukankah surat Al-kafirun mengatakan untukmu agamamu, dan untukku agamaku?? lupa yaa baca itu, lalu harus gimana saat ngeliat Islam dicap teroris? saat melihat ada upaya pemurtadan?? bagi gue tinggal tunjukkin kesabaran Islam yang sesungguhnya, gak perlu ada kekerasan, tebarkan senyum, Al-qur'an juga sering mengatakan bahwa semua isinya ditujukkan buat orang-orang yang mau berfikir..Pikirin tuuh baek-baek sambil bijaksana..Zakatnya dijalanin, daripada dipake buat ngeBOM..
Sebagian ada yang terus menginginkan Indonesia jadi negara Islam..lah buat gw mah ga usah repot-repot begitu, tinggal tiru kayak Singapura, negara yang Islamnya minoritas tapi aturan udah lebih tegas, dan lebih syariah..ini bukan masalah bentuk negaranya seperti apa, tapi gimana yang ngejalaninnya aja..
Sekali lagi..UNTUKMU AGAMAMU, UNTUKKU AGAMAKU..jangan lupa itu!!! Islam itu damai selalu..klo ada yang menghina ga usah marah, ga usah balik menghina, Nabi Muhammad ga pernah membalas menghina, tapi dengan menunjukkan budi pekerti yang baik..

2. Kemanusiaan
waduuh kalo yang ini entah deeh udah adil dan beradab apa belum?? telalu banyak orang-orang rakus di negerii ini yang memanfaatkan banyak kekuasaan..menindas yang lain, memutilasi yang lain, maling ayam sama hukumannya sama korupsi 2 M, bedanya klo udah bebas yang satu kere yang satu tetep tajir..
Beradab??? wah, disuruh ngantri aja susah, padahal ngakunya muslim, pake jilbab, sampah tetep dibuang sembarangan, yang non-muslim juga sama aja, katanya umat beragama, Duuh..ntaah deeh..itu baru masalah ngantri, yang laennya..wewww..speechless..

3. Persatuan
Ini kayaknya klo demi kepentingan bersama bakalan bersatu, klo gak yaa saling hina, masih jauh kayaknya dari kata persatuan, selama belum ada keadilan dan keteraturan, gak ada persatuan, entah klo dijajah lagi, mungkin bisa bersatu lagi..

4. Musyawarah
Udah semakin hilang, yang ada saling bacok...karena semua merasa paling benar..

5, Keadilan
bahkan kata adil diulang dua kali di dada garuda..tapi kenyataan yang punya kuasalah yang menikmatinya, pak polisi masih bertindak seenaknya, menteri masih belagu, presiden masih bergaya...
beli pesawat 250 M lebih???? padahal itu bisa ngebangun lebih dari seratus sekolah, bisa ngasi beasiswa, bisa buat lapangan pekerjaan baru,...ato sengaja kali yaa rakyatnya dibiarin bodoh biar gampang dimanfaatin..

Itulah wujud yang ada, 66 tahun garuda memegang lambang-lambangnya, malah disalip sama negara tetangga yang dulu di ajarin sama negeri ini...

Gak bermaksud pesimis dan hanya menggerutu, cuma buat ngingetin bahwa gw belum bisa ngasi apa-apa buat negeri ini, gw baru bisa komen, sambil terus berusaha tetap mencintai negeri ini..

0 comments  

BJ Habibie, 1 Juni 2011, Pancasila, UUD 1945, NKRI

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pidato mantan Presiden B.J. Habibie dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni, mendapat apresiasi luar biasa. Saat berpidato di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua MPR Taufiq Kiemas, sejumlah mantan Wakil Presiden, serta pejabat lainnya di Gedung MPR, Rabu, 1 Juni 2011, Habibie membacakan pidatonya dengan berapi-api. Hadiri pun tampak terpukau.

Inilah isi pidato lengkap Habibie itu.

Reaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara


Yth. Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Yth. Presiden ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri
Yth. Para mantan Wakil Presiden
Yth. Pimpinan MPR dan Lembaga Tinggi Negara lainnya
Bapak-bapak dan Ibu-ibu para anggota MPR yang saya hormati
Serta seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai,

Assalamu ‘alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua.

Hari ini tanggal 1 Juni 2011, enam puluh enam tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka.

Selama enam puluh enam tahun perjalanan bangsa, Pancasila telah mengalami berbagai batu ujian dan dinamika sejarah sistem politik, sejak jaman demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, era Orde Baru hingga demokrasi multipartai di era reformasi saat ini. Di setiap jaman, Pancasila harus melewati alur dialektika peradaban yang menguji ketangguhannya sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang terus berkembang dan tak pernah berhenti di satu titik terminal sejarah.

Sejak 1998, kita memasuki era reformasi. Di satu sisi, kita menyambut gembira munculnya fajar reformasi yang diikuti gelombang demokratisasi di berbagai bidang. Namun bersamaan dengan kemajuan kehidupan demokrasi tersebut, ada sebuah pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan bersama: Di manakah Pancasila kini berada?

Pertanyaan ini penting dikemukakan karena sejak reformasi 1998, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas baik dalam konteks kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi justru di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk-pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.

Mengapa hal itu terjadi? Mengapa seolah kita melupakan Pancasila?

Para hadirin yang berbahagia,

Ada sejumlah penjelasan, mengapa Pancasila seolah "lenyap" dari kehidupan kita. Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global. Situasi dan lingkungan kehidupan bangsa pada tahun 1945 -- 66 tahun yang lalu -- telah mengalami perubahan yang amat nyata pada saat ini, dan akan terus berubah pada masa yang akan datang. Beberapa perubahan yang kita alami antara lain: (1) terjadinya proses globalisasi dalam segala aspeknya; (2) perkembangan gagasan hak asasi manusia (HAM) yang tidak diimbagi dengan kewajiban asasi manusia (KAM); (3) lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat, di mana informasi menjadi kekuatan yang amat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, tapi juga yang rentan terhadap "manipulasi" informasi dengan segala dampaknya.

Ketiga perubahan tersebut telah mendorong terjadinya pergeseran nilai yang dialami bangsa Indonesia, sebagaimana terlihat dalam pola hidup masyarakat pada umumnya, termasuk dalam corak perilaku kehidupan politik dan ekonomi yang terjadi saat ini. Dengan terjadinya perubahan tersebut diperlukan reaktualisasi nilai-nilai pancasila agar dapat dijadikan acuan bagi bangsa Indonesia dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini dan yang akan datang, baik persoalan yang datang dari dalam maupun dari luar. Kebelum-berhasilan kita melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila tersebut menyebabkan keterasingan Pancasila dari kehidupan nyata bangsa Indonesia.

Kedua, terjadinya euphoria reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila. Semangat generasi reformasi untuk menanggalkan segala hal yang dipahaminya sebagai bagian dari masa lalu dan menggantinya dengan sesuatu yang baru, berimplikasi pada munculnya ‘amnesia nasional' tentang pentingnya kehadiran Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) yang mampu menjadi payung kebangsaan yang menaungi seluruh warga yang beragam suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa, agama dan afiliasi politik. Memang, secara formal Pancasila diakui sebagai dasar negara, tetapi tidak dijadikan pilar dalam membangun bangsa yang penuh problematika saat ini.

Sebagai ilustrasi misalnya, penolakan terhadap segala hal yang berhubungan dengan Orde Baru, menjadi penyebab mengapa Pancasila kini absen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus diakui, di masa lalu memang terjadi mistifikasi dan ideologisasi Pancasila secara sistematis, terstruktur dan massif yang tidak jarang kemudian menjadi senjata ideologis untuk mengelompokkan mereka yang tak sepaham dengan pemerintah sebagai "tidak Pancasilais" atau "anti Pancasila" . Pancasila diposisikan sebagai alat penguasa melalui monopoli pemaknaan dan penafsiran Pancasila yang digunakan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Akibatnya, ketika terjadi pergantian rezim di era reformasi, muncullah demistifikasi dan dekonstruksi Pancasila yang dianggapnya sebagai simbol, sebagai ikon dan instrumen politik rezim sebelumnya. Pancasila ikut dipersalahkan karena dianggap menjadi ornamen sistem politik yang represif dan bersifat monolitik sehingga membekas sebagai trauma sejarah yang harus dilupakan.

Pengaitan Pancasila dengan sebuah rezim pemerintahan tententu, menurut saya, merupakan kesalahan mendasar. Pancasila bukan milik sebuah era atau ornamen kekuasaan pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang, golongan atau orde tertentu. Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pilar penyangga bangunan arsitektural yang bernama Indonesia. Sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila akan menyertai perjalanannya. Rezim pemerintahan akan berganti setiap waktu dan akan pergi menjadi masa lalu, akan tetapi dasar negara akan tetap ada dan tak akan menyertai kepergian sebuah era pemerintahan!
Para hadirin yang berbahagia,

Pada refleksi Pancasila 1 Juni 2011 saat ini, saya ingin menggarisbawahi apa yang sudah dikemukakan banyak kalangan yakni perlunya kita melakukan reaktualisasi, restorasi atau revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks, baik dalam skala nasional, regional maupun global, memerlukan solusi yang tepat, terencana dan terarah dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu arah menuju hari esok Indonesia yang lebih baik.

Oleh karena Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan, termasuk Orde Lama, Orde Baru dan orde manapun, maka Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang akan mengilhami setiap perilaku kebangsaan dan kenegaraan, dari waktu ke waktu. Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit.

Reformasi dan demokratisasi di segala bidang akan menemukan arah yang tepat manakala kita menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh toleransi di tengah keberagaman bangsa yang majemuk ini. Reaktualisasi Pancasila semakin menemukan relevansinya di tengah menguatnya paham radikalisme, fanatisme kelompok dan kekerasan yang mengatasnamakan agama yang kembali marak beberapa waktu terakhir ini. Saat infrastruktur demokrasi terus dikonsolidasikan, sikap intoleransi dan kecenderungan mempergunakan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan, apalagi mengatasnamakan agama, menjadi kontraproduktif bagi perjalanan bangsa yang multikultural ini. Fenomena fanatisme kelompok, penolakan terhadap kemajemukan dan tindakan teror kekerasan tersebut menunjukkan bahwa obsesi membangun budaya demokrasi yang beradab, etis dan eksotis serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih jauh dari kenyataan.

Krisis ini terjadi karena luruhnya kesadaran akan keragaman dan hilangnya ruang publik sebagai ajang negosiasi dan ruang pertukaran komunikasi bersama atas dasar solidaritas warganegara. Demokrasi kemudian hanya menjadi jalur antara bagi hadirnya pengukuhan egoisme kelompok dan partisipasi politik atas nama pengedepanan politik komunal dan pengabaian terhadap hak-hak sipil warganegara serta pelecehan terhadap supremasi hukum.


Dalam perspektif itulah, reaktualisasi Pancasila diperlukan untuk memperkuat paham kebangsaan kita yang majemuk dan memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan akan dibawa ke mana biduk peradaban bangsa ini berlayar di tengah lautan zaman yang penuh tantangan dan ketidakpastian? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu menyegarkan kembali pemahaman kita terhadap Pancasila dan dalam waktu yang bersamaan, kita melepaskan Pancasila dari stigma lama yang penuh mistis bahwa Pancasila itu sakti, keramat dan sakral, yang justru membuatnya teraleinasi dari keseharian hidup warga dalam berbangsa dan bernegara. Sebagai sebuah tata nilai luhur (noble values), Pancasila perlu diaktualisasikan dalam tataran praksis yang lebih ‘membumi' sehingga mudah diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan.

Para hadirin yang berbahagia
Para hadirin yang berbahagia,

Sebagai ilustrasi misalnya, kalau sila kelima Pancasila mengamanatkan terpenuhinya "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", bagaimana implementasinya pada kehidupan ekonomi yang sudah menggobal sekarang ini?

Kita tahu bahwa fenomena globalisasi mempunyai berbagai bentuk, tergantung pada pandangan dan sikap suatu Negara dalam merespon fenomena tersebut. Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi, misalnya, adalah pengalihan kekayaan alam suatu Negara ke Negara lain, yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi, kemudian menjual produk-produk ke Negara asal, sedemikian rupa sehingga rakyat harus "membeli jam kerja" bangsa lain. Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru, neo-colonialism, atau dalam pengertian sejarah kita, suatu "VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru".

Implementasi sila ke-5 untuk menghadapi globalisasi dalam makna neo-colnialism atau "VOC-baju baru" itu adalah bagaimana kita memperhatikan dan memperjuangkan "jam kerja" bagi rakyat Indonesia sendiri, dengan cara meningkatkan kesempatan kerja melalui berbagai kebijakan dan strategi yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sejalan dengan usaha meningkatkan "Neraca Jam Kerja" tersebut, kita juga harus mampu meningkatkan "nilai tambah" berbagai produk kita agar menjadi lebih tinggi dari "biaya tambah"; dengan ungkapan lain, "value added" harus lebih besar dari "added cost". Hal itu dapat dicapai dengan peningkatan produktivitas dan kualitas sumberdaya manusia dengan mengembangkan, menerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam forum yang terhormat ini, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampus-kampus serta di lembaga-lembaga kajian lain untuk secara serius merumuskan implementasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam lima silanya dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan. Yang juga tidak kalah penting adalah peran para penyelenggara Negara dan pemerintahan untuk secara cerdas dan konsekuen serta konsisten menjabarkan implementasi nilai-nilai Pancasila tersebut dalam berbagai kebijakan yang dirumuskan dan program yang dilaksanakan. Hanya dengan cara demikian sajalah, Pancasila sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup akan dapat ‘diaktualisasikan' lagi dalam kehidupan kita.

Memang, reaktualisasi Pancasila juga mencakup upaya yang serius dari seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai sebuah visi yang menuntun perjalanan bangsa di masa datang sehingga memposisikan Pancasila menjadi solusi atas berbagai macam persoalan bangsa. Melalui reaktualisasi Pancasila, dasar negara itu akan ditempatkan dalam kesadaran baru, semangat baru dan paradigma baru dalam dinamika perubahan sosial politik masyarakat Indonesia.

Para hadirin yang saya hormati,

Oleh karena itu saya menyambut gembira upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhir-akhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Keempat pilar itu sebenarnya telah lama dipancangkan ke dalam bumi pertiwi oleh para founding fathers kita di masa lalu. Akan tetapi, karena jaman terus berubah yang kadang berdampak pada terjadinya diskotinuitas memori sejarah, maka menyegarkan kembali empat pilar tersebut, sangat relevan dengan problematika bangsa saat ini. Sejalan dengan itu, upaya penyegaran kembali juga perlu dilengkapi dengan upaya mengaktualisasikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam keempat pilar kebangsaan tersebut.

Marilah kita jadikan momentum untuk memperkuat empat pilar kebangsaan itu melalui aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai weltanschauung, yang dapat menjadi fondasi, perekat sekaligus payung kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian kita, seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai permusyawaratan dan keadilan sosial, saya yakin bangsa ini akan dapat meraih kejayaan di masa depan. Nilai-nilai itu harus diinternalisasikan dalam sanubari bangsa sehingga Pancasila hidup dan berkembang di seluruh pelosok nusantara.

Aktualisasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang terencana dengan baik sehingga tidak menjadi slogan politik yang tidak ada implementasinya. Saya yakin, meskipun kita berbeda suku, agama, adat istiadat dan afiliasi politik, kalau kita mau bekerja keras kita akan menjadi bangsa besar yang kuat dan maju di masa yang akan datang.

Melalui gerakan nasional reaktualisasi nilai-nilai Pancasila, bukan saja akan menghidupkan kembali memori publik tentang dasar negaranya tetapi juga akan menjadi inspirasi bagi para penyelenggara negara di tingkat pusat sampai di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan yang telah diamanahkan rakyat melalui proses pemilihan langsung yang demokratis. Saya percaya, demokratisasi yang saat ini sedang bergulir dan proses reformasi di berbagai bidang yang sedang berlangsung akan lebih terarah manakala nilai-nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamu ‘alaikum wr wb.



Jakarta 1 Juni 2011

Bacharuddin Jusuf Habibie

0 comments  

Akhir Kesendirian

Jiwa...

sampai kapan dia akan bertahan
melintas dunia penuh fana
tersenyumkah dia selalu
bila setiap langkahnya hanyalah kekosongan
tertawa
dalam kesendirian

Jiwa...
kini tibalah aku mengiringimu
melengkapi tawamu yang selalu sendiri
tak akan kubiarkan tawamu hampa kembali
biarlah mereka menghujam nadi bahagiamu
ku akan menemanimu selalu

melangkah meraih bahagia baru..
Jiwa..
aku mencintaimu

0 comments  

April 4, 1984

sebelumnya hanya sebercak..

menyatu membangun suatu alunan jiwa..
tawa dan tangis sudahlah terlalu banyak
menggapai hari yang bahagia

27 tahun telah berlalu..
di negeri sana mungkin dirimu sudah menjadi "seseorang"
disini kamu masih menyusu
dibantu menghindari lubang..

larilah menggapai impian
jangan duduk termangu
malulah kamu pada dunia
senja tak berguna

temukanlah...
sesuatu yang tak pernah ada..
hingga dunia penuh sesak..
dengan apa yang engkau cipta..

lupakanlah nama
bila itu hanya untuk dipuja..
dan kejarlah surga..
tempat semua kaum terpuja..


0 comments  

Angka Kemiskinan Jabar 11 juta..DPRD minta mobil 2,2 M

Lucu-lucu aja tingkah laku para wakil rakyat, baik di daerah maupun di pusat..

tiga hari yang lalu baca berita di koran pikiran rakyat bahwa angka kemiskinan Jawa Barat tahun 2010 naik 15 % menjadi 11 juta jiwa, tapi di HEADLINE halaman depan tertulis bahwa DPRD meminta mobil Jenis JIP untuk naek gunung buat dipakai ketua DPRD Jabar seharga 2,2 M.

dahsyat memang ketika otak dan hati (Heart and Mind) gak sesuai, kepala menginginkan dan mengatakan bahwa hal itu wajar karena diperlukan untuk naik gunung ke kunjungan daerah, masa pake sedan..logis memang...tapi boo yaa pake Hati tooh..kan bisa nyewa tu mobil kayak gitu, lagian situ juga ga mungkin setiap hari kunjungan ke gunung (kayak yang mau aja..biasanya juga kunjungan ke luar kota/nagarek)

11 juta jiwa miskin gak berartikah buat kalian para wakil rakyat???
yang penting punya mobil 2,2 M buat nyaman ke kunjungan..
tak malukah sama Umar bin khatab yang ngangkatin beras sendiri buat orang miskin di zamannya..??
sementara hasil apakah yang sudah kalian persembahkan..??

walopun hari ini di berita pembelian mobil dibatalkan..tapi sungguhlah itu tak menghapus niat yang kurang bagus itu dari kami rakyat kecil...

selamat menjadi kaya raya..

0 comments  

PSSI, FIFA, om Nurdin, om Andi, om beye..hanya sebuah pepesan

pepesan..pepesan yang menunjukkan apa yang diinginkan para penguasa negeri Indonesia ini..gak penting pula untuk dibaca..yaaa namanya juga pepesan...

PSSI : pemerintah tidak boleh intervensi PSSI kalo gak nanti kena hukuman tidak boleh ikut kegiatan FIFA..kecuali kalo ngasi duit yoo wiisss oro napa-napa..intervensi lain gak boleh..tapi klo minjemin gedung sii okeee...
om Andi : PSSI itu masih bagian dari Indonesia..masih dapat fasilitas negara, masih dapat kucuran dana, sama aja dengan persatuan olahraga yang lainnya..bulu tangkis yang udah ngasi puluhan emas juga masih ada naungannya sama pemerintah dan menghargai pemerinta.,.ini koo yang gak pernah ada prestasi bagus malah mencak-mencak pemerintah..
FIFA : kami sudah memberikan surat, masalah wong indonesia bisa baca apa nggak yaa salah mereka sendiri karena ga disekolahin, ga diurusin pendidikannya..dibiarin miskin negerinya, disedoot anunya...FIFA sii sesuai aja sama prinsipnya menyalurkan dan menghubungkan sampe aer bisa dipake dan lancar BAB..yaaa tooh itu kan Pungsi FiPa..
om Nurdin : saya merasa sedih dengan kondisi bangsa Indonesia, saya memang sampah tapi gak mau dibeginikan, nanti kalo sampah diinjek-injek, dihancurin, saya udah gak punya jenis lagi duonk, nanti saya gak bisa disebut sampah lagi duoonk..turunin aja lah om Andi..gak pantas dia jadi menteri..biar saya aja yang jadi menteri persampahan indonesia..
Om Beye : yaa Indonesia itu kayak akan budaya, terdiri dari berbagai pulau, banyak pohonnya, dari sabang sampai merauke, keadilan dan toleransi harus dijaga, jangan sampai merugikan orang lain, kemaren saya mampir di pasar kiaracondong, ada ayam yang masih seger harganya kalo di kilo di sebelah 25 rb, kalo disebelahnya 26 rb, saya beli dee yang 26 rb, eh, kita ngomongin apa yaa?? owwhh..om nurdin..hmmm..klo itu kita kan gak usalah terus-terusan ngutamain kepentingan kekuasaan semata, semua ada waktunya...ah ga jadi ah saya beli ayam yang 25 rb aja...
Haaa..negeri yang aneh..
Jangan lupa cek Gayus Tambunan masih ada di penjara apa gak?? ato udah ada di Ghana..???

0 comments  

Just a symbol

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0 comments  

Jangan LUPA cek Gayus...!!

hari ini dan bulan ini negeriku bersandiwara dalam hal reshufle dan keadilan, dia yang memulai dia pula yang ingin meninggalkan, sungguh hal yang aneh..


jangan lupa..cek gayus tambunan..masih ada gak di sel..jangan-jangan udah ada di Libya..tapi kalo udah ada di Libya..is okelah..biar ikutan ke bom..upss..

hoo..ngomongin bom. minggu ini diributkan permasalahan bom buku..banyak yang berargumen terorisme dan yang lainnya..hal seperti ini kayaknya gak akan pernah selesai di negeri ini, terlalu banyak pemimpin yang gak memihak rakyat, terlalu banyak pemimpin yang hanya memikirkan kekuasaan, presiden pun dengan gaji dan insentif yang mencapai lebih dari 200 juta per bulan masih belum merasa cukup, padahal dulu khalifah Islam rela memotong gajinya dari baitul mal hanya karena istrinya mampu membeli apel, pertanda bahwa gajinya berlebih, nah,,klo presiden dan para wakil rakyat yang merasa terhormat masih merasa gak cukup..Itulah titik pangkal terorisme..Ketidak adilan..

Btw, tentang Libya..ko bisa-bisanya urusan dalam negeri dihantam pasukan asing??? oil-kah?

Gempa dan Tsunami jepang membuat terhenyak dunia, tapi salut sama warganya yang sudah tanggap bencana, semua berdoa untuk jepang, tak terkecuali warga indonesia..padahal teman saya bilang, buat apa berdoa untuk jepang, negeri ini pun masih sangat kekurangan doa dan membutuhkan lebih banyak doa daripada penduduk jepang, di berbagai pelosok pulau, bahkan di sudut tertentu kota-kota yang dianggap sudah besar, masih banyak yang mengalami kelaparan, jumlah penduduk miskin Indonesia pun lebih dari 40 juta, nah loo bandingin dengan penduduk jepang yang lagi mengalami musibah..mungkin hanya sampai hitungan 500 ribu penduduk..hayoo mau berdoa untuk 40 juta apa 500 ribu????

Barusan ngebaca berita ternyata Indonesia masih banyak Impor pangan...hahahahahah..negeri subur makmur dan bahkan laut luas, masih ngimpor ikan...bodddooooo banget yaa...pemerintah gak berusaha bikin sistem teknologi pangan yang baik sii...nelayan masih pake kapal kayu, petani gak dikasi ilmu-ilmu baru...senengnya impor udah jadi..padahal berasal dari laut Indonesia...aahhh..memang pemerintahan yang aneh..


0 comments